Wabi-sabi, Seni dari Ketidaksempurnaan

Sudut pandang terhadap persepsi kita tentang kata kesempurnaan

Brilliant Baihaqqi

Apa itu kesempurnaan?

Mencari kesempurnaan merupakan sebuah tujuan yang diincar oleh banyak manusia untuk dijadikan sebuah “state” atau bentuk paling ideal dari suatu objek. Namun, apa yang bisa disebut sebagai sesuatu yang sempurna? Dalam pekerjaan kita dituntut untuk tidak membuat kesalahan agar hasilnya bisa sempurna. Ketika ada seseorang yang memiliki wajah nan cantik dan badan yang ideal maka ia bisa disebut sempurna fisiknya. Jika kita memiliki pasangan yang memiliki banyak kesamaan, bagus secara fisik dan rohani, serta karirnya berjalan baik, maka pasangan tersebut disebut sebagai pasangan yang sempurna. Dari contoh-contoh yang telah disebutkan, sesuatu yang sempurna adalah suatu objek ataupun hal yang tidak memiliki kesalahan, terjauhi dari yang tercela dan memiliki kualitas yang sangat baik.     

Wabi-sabi

Sebuah filosofi dari zaman Jepang Kuno berjudul wabi-sabi memiliki pemikiran yang lumayan berbeda dari pendefinisian kesempurnaan pada umumnya. “The art of finding perfection in imperfections”, kata mereka. Filosofi ini dapat merubah cara berpikir manusia dalam berpersepsi melihat sesuatu yang “tidak sempurna” ataupun rusak. Dalam wabi-sabi, objek tidak hanya dilihat dari kesempurnaan hasil akhirnya, namun esensi estetika yang berada dalam sejarah pembentukan hasil akhir objek tersebut. Secara langsung, wabi (侘び) memiliki makna kesunyian bersama alam, terisolasi dari keramaian. Lalu sabi (寂び) memiliki arti pengaratan sesuatu dengan cara yang elegan. Jika digabung, wabi-sabi berarti pengapresiasian sesuatu yang telah berkarat (menua).  

Raw denim adalah tren fashion dimana denim akan lebih bagus ketika sudah digunakan berulang-ulang dan tidak dicuci untuk mengeluarkan cetakan warna unik sesuai kegunaan denim tersebut.

Lumut pada batu, pengaratan pada pedang, pot yang pecah, dan benda-benda lain yang produk akhirnya memperlihatkan sebuah cerita proses dalam pembentukannya. Wabi-sabi mengajarkan bahwa “authenticity” merupakan sesuatu yang mahal. Pengalaman yang dilalui oleh suatu benda bukanlah sesuatu yang murah melainkan tidak bisa tergantikan, latar belakang objek itu lah yang membuat tampak ketidaksempurnaan menjadi sempurna, menambahkan nilai dari objek tersebut. Layaknya batu yang berlumut, sepatu favorit atau celana jeans yang sering kita gunakan hingga kotor, bernoda, robek, atau ciri khas lain, akan bernilai lebih. Mungkin bukan nilai harga jual, akan tetapi nilai apresiasi kita terhadap barang tersebut karena memiliki cerita unik tersendiri.

Seniman-seniman Jepang sejak abad ke-15 menumpahkan filosofi ini ke dalam karya-karya mereka. Karya seni visual yang berasal dari Jepang memiliki ciri khas yang bersih, tidak terlihat tajam namun pesan yang bisa tersampaikan. Sama halnya ketika seniman menggunakan prinsip wabi-sabi dalam karya mereka, walau terlihat cacat, pengamat dapat mengabaikan “kerusakan” tersebut dan merubahnya menjadi karakteristik spesial dalam produknya.

Lalu, dalam seni wabi-sabi, ada sebuah teknik yang dilakukan oleh seniman Jepang untuk menutupi ketidaksempurnaan suatu objek, misal dalam contoh ini adalah sebuah cangkir yang telah retak, ditambal dengan emas. Mengapa perlu ditambal? Bukankah wabi-sabi mementingkan esensinya dan bukan hasil akhir? Metode ini disebut kintsugi, yang menambal sebuah pecahan kesenian pecah belah menggunakan bubuk atau cairan emas. Apa yang berusaha dilakukan oleh seniman bukanlah untuk menutupi kesalahan, melainkan sebuah metafora untuk membuktikan bahwa segala sesuatu yang rusak bisa diperbaiki dan berubah menjadi pribadinya yang lebih baik dari sebelumnya.

Tidak hanya itu, kintsugi juga memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan kedua bagi objek yang telah rusak. To reuse (menggunakannya kembali) dan to repair (memperbaikinya) untuk menghindarkan waste (limbah). Filosofi ini disebut dengan mottainai yang sangat berguna dalam zaman ini untuk pengelolaan bumi yang perlu menghindar dari tindakan mubazir.

Pengaplikasian wabi-sabi dalam berpikir

Konsep dari wabi-sabi bisa ditemukan dimana saja. Interpretasinya ke dalam kehidupan manusia secara sederhana adalah untuk mengapresiasi segala sesuatu, dengan bentuk dan keadaan apa pun. Ketika kita menghargai dapat menghargai lingkungan kita, maka akan timbul perasaan senang, walaupun hanya sedikit. Namun perasaan senang ini akan bersifat konsisten karena kita menyadarkan kesenangan kemanapun kita pergi.

Merubah pikiran dari melakukan (doing) menjadi penerimaan dan menjalankan (being). Merubah pikiran dari menyempurnakan (perfecting) menjadi (appreciating). Memahami konsep ini mudah namun pengaplikasiannya membutuhkan pikiran yang tenang dan tidak berkabut akan pemikiran negatif. Oleh karena itu wabi-sabi membutuhkan kesunyian dalam pengeksekusiannya, secara internal dan eksternal.

Orang-orang Jepang memegang prinsip wabi-sabi hingga sekarang. Dalam transportasi publik yang mendesak ataupun zebra cross Shibuya yang begitu ramai, mereka berfokus pada mereka sendiri, fokus dan menghargai waktunya untuk menikmati lingkungan yang mungkin ramai namun sunyi sekaligus. Individualisme antarmanusia yang tinggi membuat wabi-sabi lebih mudah dilakukan.

Pesan akhir

Makna wabi-sabi tersendiri pun bisa berbeda-beda dalam penerimaannya oleh setiap individu sebab memaknai sesuatu juga merupakan bagian dari wabi-sabi.  Apa yang diajarkan wabi-sabi membawa kita untuk sadar akan keindahan dunia. Orang-orang yang menganut wabi-sabi membawa aura positif kemanapun mereka pergi karena mereka memiliki mekanisme peregulasiaan diri yang berkelanjutan. Sebuah pemikiran yang membuat manusia rendah hati karena bisa menerima kekurangan sebagai suatu kelebihan.

Pengaruh Komunikasi Internal dalam Membangun Budaya Organisasi Biro Psikologi

Diah Ayu Pudji Lestari & Dian Juliarti Bantam

Layanan jasa psikologi saat ini telah menjadi sebuah kebutuhan yang penting bagi masyarakat. Beragam kebutuhan yang berkaitan dengan aspek-aspek psikologi seperti layanan psikotes, layanan konseling, konsultasi psikologi pelatihan, hipnoterapi, serta assesmen untuk meningkatkan potensi diri saat ini menjadi sebuah kebutuhan masyarakat untuk mencapai kondisi yang lebih komprehensif. Dimana masyarakat saat ini lebih berpikir praktis dan modern mengenai semua hal dalam kehidupan. Masyarakat mulai memahami pentingnya layanan-layanan psikologi bagi kehidupan pribadi mereka, sehingga masyarakat menyadari bahwa hal demikian perlu diperhatikan bukan hanya kesehatan secara fisik saja, namun mereka juga perlu untuk menjaga kesehatan batin. Salah satu cara untuk mendapatkan hal tersebut adalah dengan menggunakan layanan-layanan psikologi. Namun dalam memberikan layanan yang baik penyedia layanan konsultasi psikologi tentunya perlu memperhatikan kualitas sumber daya manusia yang dapat menunjang pemberian layanan psikologi pada masyarakat.

Naharuddin dan Sadegi (2013) menyatakan bahwa kunci penentu keberhasilan suatu perusahaan adalah karyawan dan komunikasi yang ada dalam perusahaam tersebut. Hal ini tentu berkaitan dengan pola komunikasi didalamnya, karena komunikasi ini berkaitan dengan hubungan kerjasama pada karyawan. Sebab komunikasi yang baik akan mengarah pada perkembangan organisasi ke arah yang lebih baik (Prabowo dkk., 2021). Organisasi atau perusahaan dapat dikatakan berhasil dalam menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas salah satunya adalah faktor komunikasi yang terjadi didalam internal organisasi yang berjalan dengan baik. Selain itu, komunikasi dalam sebuah organisasi atau perusahaan sangat diperlukan karena berperan aktif dalam membina hubungan yang baik antar karyawan, maupun pimpinan dengan karyawan. Dalam hal ini penerima pesan dalam komunikasi internal merupakan orang-orang yang berada di dalam internal organisasi tersebut. 

Komunikasi internal adalah proses penyampaian pesan-pesan yang berlangsung antar anggota organisasi, dapat berlangsung antara pimpinan dengan bawahan, pimpinan dengan pimpinan, maupun bawahan dengan bawahan (Ningrum, 2013). Sedangkan Gozal, dkk. (2021) menyatakan komunikasi adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan, dan pengolahan pesan yang terjadi didalam diri seseorang atau diantara dua atau lebih dengan tujuan. Komunikasi internal didefinisikan oleh (Munthe & Tiorida, 2017) pertukaran gagasan diantara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan atau jawatan yang menyebabkan terwujudnya perusahaan atau jawatan tersebut lengkap dengan struktur yang khas (organisasi) dan pertukaran gagasan secara horizontal dan vertical didalam perusahaan atau jawatan yang menyebabkan pekerjaan berlangsung. Ningrum (2013) menyatakan bahwa terdapat 3 bentuk komunikasi internal yaitu ; Komunikasi Kebawah (Downward Communication), Komunikasi Keatas (Upward Communication), Komuniksi Horisontal (Horizontal Communication). Aspek-aspek komunikasi internal menurut Ningrum (2013) yang pertama kerjasama, dalam menjalankan pekerjaan dilakukan suatu kerja sama dari para pegawai yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam organisasi tersebut. Untuk itu seseorang perlu melakukan komunikasi kepada bawahannya, agar para bawahannya dalam melaksanakan tugas yang menjadi tugasnya akan lebih baik. Continue, dimana hubungan antara pimpinan dengan bawahan dan bawahan dengan bawahan secara terus menerus sehingga dalam pelaksanaan tugas para pegawai dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Hubungan sosial yang baik, perlu adanya hubungan interaksi dari pimpinan atau kepala yang mampu mengadakan komunikasi terhadap jalannya pelaksanaan suatu tugas atau pekerjaan yang dilakukan pegawai atau bawahannya agar menimbulkan kepercayaan. Mannan (2019) mengatakan mengenai ciri komunikasi interpersonal yaitu: Keterbukaan (openness), Empati (empathy), Dukungan (supportiveness), Rasa positif (positiveness), Kesetaraan (equality).

Di dalam suatu organisasi seperti Biro Psikologi yang merupakan penyedia layanan jasa psikologi proses penyampaian informasi sangat penting sekali, karena bukan saja merupakan alat untuk mencapai tujuan organisasi, tetapi juga kegiatan dalam kerja sama antara satu sama lain dalam organisasi tersebut. Proses kegiatan komunikasi yang harus diiringi oleh rasa saling pengertian sehingga dapat menciptakan kerjasama yang harmonis untuk kelancaran pekerjaan, karena di dalam organisasi dapat terwujud bila disertai dengan cara komunikasi yang baik. Di salah satu biro konsultasi psikologi dalam melakukan komunikasi berupa daily report yang masuk dalam kategori komunikasi keatas (upward communication).

Adanya komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan seperti yang diterapkan di biro psikologi, mengarah pada komunikasi yang dapat menyampaikan pendapat, yang telah dilakukan secara kontinue. Budaya organisasi merupakan pengendali dalam membentuk sikap dan perilaku anggota di dalam suatu organisasi. Secara individu maupun  kelompok seseorang  tidak akan   terlepas   dari budaya organisasi dan pada umumnya anggota organisasi akan dipengaruhi oleh beraneka ragamnya sumber daya yang ada (Rizal dkk., 2021). Berdasarkan (Nasir dkk., 2020) budaya  organisasi merupakan perangkat  sistem nilai-nilai (value), keyakinan (beliefs) atau norma-norma yang ditetapkan dan disepakati yang wajib diikuti oleh para anggota suatu organisasi, dijadikan sebagai pedoman dalam berperilaku  dan  pemecahan suatu masalah pada organisasi tersebut. Faktor-faktor Budaya Organisasi, Budaya organisasi yang kuat harus ditumbuhkan  (Yudhaningsih, 2011)  mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi budaya organisasi yaitu kepemimpinan dan komunikasi.

Budaya organisasi memiliki karakteristik yang dikemukakan oleh Agustina dan Purnaningsih (2018) yang memberikan tujuh karakteristik budaya organisasi sebagai berikut; Inovasi dan keberanian mengambil risiko (Inovation and risk taking), Perhatian terhadap detil (Attention to detail), Berorientasi kepada hasil (Outcome orientation), Berorientasi kepada manusia (People orientation), Berorientasi tim (Team orientation), Agresifitas (Aggressiveness), Stabilitas (Stability), Biro Konsultasi Psikologi Paripurna dalam budaya organisasi memiliki suatu kebiasaan yang menjadikannya sebagai suatu budaya seperti dalam melakukan komunikasi internal yang diamati oleh penulis berupa daily report dan memiliki karakteristik sesuai dengan penelitian yang dikemukakan oleh Agustina & Purnaningsih (2018). 

Komunikasi internal digunakan sebagai pondasi dari sebuah budaya organisasi dimana budaya organisasi akan menentukan atmosfer kerja sebuah organisasi  berdasarkan  nilai-nilai,  visi, misi, serta proses  kerja yang ada di organisasi. Pada saat pekerja telah memegang nilai-nilai yang sama, dan memahami pedoman kerja serta visi dan misi dari perusahaan  secara  mendetail,  maka  budaya organisasi  akan  lebih  secara nyata memberikan kontribusi bagi perkembangan suatu organisasi. 

Referensi:

Agustini, N. A., & Purnaningsih, N. (2018). Pengaruh Komunikasi Internal dalam Membangun Budaya Organisasi. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 16(1), 89–108. https://doi.org/10.46937/16201825198

Gozal, N., Trang, I., Pandowo, M. H. C., Kepemimpinan, P. G., Dan, K., Organisasi, B., Gozal, N., Trang, I., & Pandowo, M. H. C. (2021). Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pdam Kabupaten Kepulauan Sangihe The Influence Of Leadership Style , Communication And Organizational Culture On Employee Performance At Pdam Sangihe Islands Regency Oleh : Jurnal EMBA Vol . 9 No . 3 Juli 2021 , Hal . 1413 –. 9(3), 1413–1422.

Mannan, A. (2019). Etika Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Ilmu. Jurnal Aqidah, 5(1), 22.

Munthe, K., & Tiorida, E. (2017). Pengaruh Komunikasi Internal Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Riset Bisnis Dan Investasi, 3(1), 86. https://doi.org/10.35697/jrbi.v3i1.549

Naharuddin, N. M., & Sadegi, M. (2013). Factors of Workplace Environment that Affect Employees Performance: A Case Study of Miyazu Malaysia. International Journal of Independent, 2(2), 66–78. http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=2290214

Nasir, M., Taufan, R. R., Fadhil, M., & Syahnur, M. H. (2020). Budaya Organisasi Dan Disiplin Kerja Serta Nn Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan. AkMen, 17(April), 539–547. https://e-jurnal.stienobel-indonesia.ac.id/index.php/akmen/article/view/1429

Ningrum, M. E. (2013). Peranan Komunikasi Internal Di Lingkungan Kerja. Indept, 3(1), 25–30.

Prabowo, A. D., Daya, I. R., Darma, S., & Sahputra, D. (2021). Tabularasa : Jurnal Ilmiah Magister Psikologi Perspektif Komunikasi dalam Pengembangan Organisasi Communication Perspective in Organizational Development. 3(1), 87–95. https://doi.org/10.31289/tabularasa.v3i1.626

Rizal, A., Zamzam, F., & Marnisah, L. (2021). Pengaruh Budaya Organisasi, Kompensasi Dan Kompetensi, Terhadap Kinerja Karyawan Perusahaan Daerah Pasar Palembang Jaya. Integritas Jurnal Manajemen Profesional (IJMPRO), 2(1), 27–40. https://doi.org/10.35908/ijmpro.v2i1.77

Yudhaningsih, R. (2011). Peningkatan Efektivitas Kerja Melalui Komitmen, Perubahan dan Budaya Organisasi. Jurnal Pengembangan Humaniora, 11(1), 40–50. 

Video Call Sebagai Upaya Memperkuat Hubungan Pertemanan dan Meningkatkan Self Control

Latifa Setya Priani

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, juga tidak dapat menyelesaikan permasalahan atau bahkan mengendalikan dirinya dalam menghadapi masalah yang ia alami tanpa bantuan orang lain. Sehingga dalam menjalani hidupnya sangat dibutuhkan komunikasi interpersonal, yaitu komunikasi yang dilakukan dengan orang lain, salah satunya yaitu dengan teman terdekat. Tak jarang ketika setiap individu memiliki masalah, ia akan mencurahkannya pada sosok teman baik atau teman terdekatnya. Meskipun hanya sekedar untuk mendengarkan keluh kesahnya sehingga membuat ia lebih tenang juga diharapkan teman baiknya mampu memberikan solusi atau memecahkan masalah yang ia alami. 

Di era digitalisasi seperti saat ini mayoritas individu memilih berkomunikasi atau menjalani hubungan pertemanan melalui virtual. Terlebih lagi akibat terdesaknya situasi pandemi covid-19 yang mau tidak mau interaksi dilakukan secara tidak langsung. Namun sebagian besar memilih untuk sekedar mengirim pesan. Perlu diketahui bahwa berkomunikasi dengan chat atau kirim pesan terdapat banyak hambatan diantaranya, pengirim pesan terkadang mengirimkan pesannya melalui media sosial disertai emosi, sehingga tidak jarang penerima pesan menangkap maksud yang berbeda dengan pengirim pesan tersebut. Belum lagi jika pengirim pesan menggunakan kata-kata penyandian atau simbolik yang maknanya kurang jelas, sehingga memiliki arti yang multi tafsir. Hambatan selanjutnya yaitu ketika penerima pesan tidak fokus dalam memahami pesan yang diterima, sehingga maksud yang didapat tidak menyeluruh, serta balasan yang diberikan oleh penerima pesan terkadang tidak menggambarkan situasi sesungguhnya.

Berdasarkan penelitian tersebut, terbukti bahwa hubungan pertemanan yang hanya melalui chat atau mengirim pesan dapat dikatakan kurang efektif, lantaran maksud dan tujuan kedua belah pihak, antara komunikan dan komunikator terkadang tidak tersampaikan dengan baik. Sehingga membuat hubungan keduanya semakin renggang dan keinginan individu untuk lebih tenang ketika bercerita dengan teman baiknya malah menjadikan ia semakin kesulitan untuk mengendalikan diri (self control), semakin tergesa-gesa dalam menentukan keputusan. Jika dibiarkan akan terjadi pelampiasan  berupa perilaku amoral yang bahkan secara tidak sadar dilakukan. Oleh karena itu diperlukannya penguatan hubungan dengan teman terdekat untuk meningkatkan self control tersebut, salah satunya yaitu dengan cara video call. Hampir semua platform media sosial menyediakan fitur tersebut. Menurut hasil wawancara dalam penelitian terdahulu mengatakan bahwa, menggunakan fitur video call untuk berkomunikasi merupakan pilihan yang terbaik dibandingkan dengan fitur chat, dikarenakan melalui video call interaksi akan lebih natural, dari bagaimana cara pengungkapan perasaan dan emosinya. Tentunya kedua belah pihak tidak mampu melakukan penipuan atau memanipulasi keadaan yang dialaminya. Pesan yang disampaikan juga dapat diterima dengan baik serta tidak ada keraguan antara kedua belah pihak. Dengan begitu hubungan pertemanan lebih baik dan teman terdekat akan lebih mudah dalam membantu kita untuk mengendalikan diri dengan memberikan feedback berupa saran ataupun solusi supaya kita lebih berpikir matang sebelum melakukan suatu tindakan. 

Dapat ditarik kesimpulan bahwasanya, manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan orang lain salah satunya yaitu teman terdekat untuk membantunya dalam mengendalikan diri ketika menghadapi suatu masalah yang ia alami. Sehingga dibutuhkannya komunikasi antara kedua belah pihak untuk berbagi cerita, memahami perasan dan emosi satu sama lain. Dalam situasi yang terbatas untuk melakukan komunikasi secara langsung, alternatif terbaik yang dapat diambil yaitu menggunakan video call. Interaksi yang dilakukan melalui video call dinilai paling efektif dikarenakan pengungkapan pesan dan ekspresi dapat tersampaikan apa adanya, tanpa dibuat-buat dan tentunya tidak menimbulkan keraguan satu sama lain. Sehingga lebih memperkuat hubungan pertemanan dan juga mampu meningkatkan self control antara kedua belah pihak. 

Referensi:

Lambuan, H., Mas’amah, & Letuna, M. A. . (2019). Penggunaan Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Pacaran Jarak Jauh (Studi Fenomologi Terhadap Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNDANA). Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Illmu Komunikasi, 8(2), 1362–1391.

Syaipudin, L. (2020). Efektifitas Media Komunikasi di Tengah Pandemi: Respon Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung. Kalijaga Journal of Communication, 1(2), 165–178.


REACH MINDFULNESS THROUGH ART THERAPY LET’S FIND OUT!

Waode Zalfa

Pernahkah kamu mendengar istilah mindfulness? Mungkin untuk kajian dalam Ilmu Psikologi, mindfulness cukup sering ditemukan terutama pada ranah ilmu Psikologi Positif. Jadi, Mindfulness adalah keadaan dimana seseorang dapat memfokuskan dan memperhatikan diri, pikiran, emosi dan dunia disekitarnya pada apapun yang sedang dilakukan saat itu. Contoh dari mindfulness ini adalah ketika kita sedang quality time dengan keluarga, sahabat, maupun kekasih, kita benar-benar menikmati obrolan dan interaksi yang ada, bukan malah sibuk dengan gadget. Praktik dari mindfulness juga bisa dilihat dari aktivitas yoga atau meditasi.

Dilansir dari verywellmind.com Di tahun 2009, Laury Rappaport mengenalkan satu konsep baru dalam praktik mindfulness dalam bukunya yang berjudul “Mindfulness and Arts Therapies”, konsep praktik baru tersebut dinamakan The Mindfulness-based art therapy (MBAT). MBAT ini merupakan suatu praktik untuk mencapai mindfulness dengan menggunakan struktur kerja dari terapi seni.

Jadi, dapat dikatakan bahwa MBAT ini akan membantu individu untuk bisa merasakan serta memfokuskan emosi dan juga pikiran mereka melalui aktivitas seni sederhana, seperti menggambar, melukis, membuat lagu hingga memahat atau membuat kreasi dari tanah liat. Sehingga mereka dapat menuangkan banyak hal di dalamnya.

PENGAPLIKASIAN DALAM KEHIDUPAN

Pada salah satu penelitian, praktik MBAT ini pernah diberikan pada pasien penderita kanker payudara dengan melalui proses seperti, menggambarkan dirinya sendiri lalu mewarnai gambar tersebut, melakukan yoga, dan lain sebagainya. Selain itu, praktik ini juga bisa lakukan dengan aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan kita, seperti membuat atau mendengarkan lagu, bermain musik, memahat hingga membuat karya dari tanah liat.

MANFAAT MINDFULNESS-BASED ART THERAPY

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Pamela Newland dan Ann Bettencourt, setelah peserta melakukan praktik MBAT, mereka melaporkan bahwa ada peningkatan yang signifikan pada kondisi psikologis dan fisik mereka. Maka, dapat dikatakan manfaat dari melakukan Mindfulness-based art therapy ini antara lain, dapat mengurangi gejala kecemasan, depresi, dan kelelahan, selanjutnya meningkatkan fungsi fisik, terakhir adalah meningkatkan kualitas hidup

REFERENSI

  • Book Positive Psychology Third Edition, Shane J. Lopez, Jennifer Teramoto, C.R Snyder
  • Newland, P., & Bettencourt, B. A. (2020). Effectiveness of Mindfulness-Based Art
  • Therapy for Symptoms of Anxiety, Depression, and Fatigue: A Systematic Review and Meta-Analysis. Complementary Therapies in Clinical Practice, 101246.
  • Jalambadani, Z., & Borji, A. (2019). Effectiveness of mindfulness-based art therapy on healthy quality of life in women with breast cancer. Asia-Pacific Journal of Oncology Nursing, 6(2), 193.
  • https://www.verywellmind.com/mindfulness-based-art-therapy-4588189
  • https://www.mentalhealth.org.uk/blog/how-arts-can-help-improve-your-mental-health

Berita Acara Upgrading ILMPI Wilayah IV

Upgrading yang diselenggarakan pada hari Minggu 28 November 2020 ini terasa berbeda dari tahun sebelumnya. Melihat bahwa agenda Upgrading kali ini dilaksanakan secara virtual melalui fitur Google Meeting. Agenda rutin setiap periode kepengurusan ini berlangsung lancar dengan di buka oleh Koordinator Wilayah IV. Walaupun sempat mengalami beberapa kendala teknis, agenda Upgrading ini tetap dapat berjalan dengan baik.

Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada hari sabtu tanggal 28 November sampai hari minggu tanggal 29 November 2020, yang dimulai sejak pagi hari pada pukul 08.00 WIB yang dimoderatori oleh saudari Inas (Koordinator Badan Keuangan) pada hari pertama yang dihadiri oleh 28 Pengurus Harian Wilayah dari jumlah keseluruhan 34 orang. Materi di hari pertama ada Sejarah dan Pengenalan ILMPI yang dibawakan oleh saudara Muhammad Amri S.Psi, materi ke-dua yaitu Manajemen Organisasi yang dibawakan oleh saudara Alfian Adrian S.Psi, materi ke-tiga yaitu Manajemen Konflik yang dibawakan oleh saudari Maisi Yantina S.Psi, dan materi ke-empat yaitu Manajemen Oragnisasi yang dibawakan oleh saudari Anggia Ayu L, M.Psi, Psikolog. Kegiatan hari pertama berakhir pada pukul 11.00 WIB.

Kegiatan Upgrading dihari ke-dua yaitu hari Minggu tanggal 29 November 2019 dimulai sejak pagi hari pada pukul 08.00 WIB yang di moderator oleh saudara Zhoeliant (staf Badan Pengembangan Organisasi) yang dihadiri oleh 30 Pengurus Harian Wilayah dari jumlah keseluruhan 34 orang. Materi di hari ke-dua ada Analisis Sosial yang di bawakan oleh saudari Maulidya Choirul Azizah (Koordinator BPPM ILMPI Nasional), materikeduayaituTekhnikdanetikasidang yang dibawakan oleh saudara Yasin Syarif Hidayatullah (DPO ILMPI Wilayah 4), lalu materi ketiga yaitu Administrasi yang di bawakan oleh saudari Syifa Indana P (DPO ILMPI Wilayah 4), lalu materi keempat yaitu Administari Keuangan yang dibawakan oleh Saudari Mutiara Ramadhani (Koordinator BANKEU ILMPI Nasional) dan materi terakhir yaitu Sosialisasi AD ART,GBHK/GBHO & BPU yang dibawakan oleh saudari Justika Arafah (Koordiantaor ILMPI Wilayah 4 periode 2019-2020).

Tentunya, antusias medari peserta yang mengikuti kegiatan Upgrading ini tak surut walaupun dilakukan di saat weekend karena para pemateri yang sangat insviratif dan menarik. Hampir seluruh pengurus harian wilayah turut hadir untuk dapat mengikuti agenda Upgrading kali ini. Koordinator BANKEU ILMPI Nasioanl dan koordinator BPPM ILMPI Nasional yang turut hadir di tengah-tengah Upgrading kali ini. Begitupun dengan DPO tahun ini yang juga berpartisipasi untuk dapat memberikan materi dan masukan-masukan demi kelancaran kepengurusan tahun ini.

Dengan dilaksanakannya agenda tahunan Upgrading kali ini, menjadi sebuah pengetahuan dan pengalaman baru bagi pengurus Ikatan LembagaMahasiswaPsikologi Indonesia Wilayah IV untukdapatterussemangatdalammengembantanggungjawabnyaselamasatuperiodekedepan. Walaupun ada banyak kendala yang mungkin dihadapi di depan melihat kondisi yang belum memungkinkan, harapan nyaseluruh pengurus dapat bersinergi dalam mensukseskan program-program telah disusun dan terus menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan penuh rasa kekeluargaan. Terus berusaha memajukan Wilayah IV untuk dapat mewujudkan visi dari Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia.

Berita Acara : Webinar “Psychology First Aid (PFA)”

Pada hari Sabtu 31 Juni Tahun 2020. Telah diadakan Seminar Online dengan Tema Psychology First Aid (PFA). Yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan & Pengabdian Masyarakat (BPPM) dari Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) Wilayah 4 Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini di awali dengan pembukaan oleh moderator  yaituVerra Ismi Jayanti dengan menyapa seluruh peserta dan juga pemateri yang telah join di zoom. Kemudian acara ini secara resmi di buka dengan sambutan 1 oleh Koordinator Wilayah 4 yaitu Arifka Widiyanti, dan juga sambutan 2 Oleh Koordinator Badan Pengembangan dan Pengandian Maysarakat yaitu Tati Aprianti. Setelah itu acara dimulai dengan pembacaan biodata Pemateri yaitu bapak Emanuel Radityo Hapsoro Ekoputranto S. Psi., M. Psi. PSikolog , dan kemudian dilanjutkan dengan materi.

Materi yang disampaikan begitu meranrik, tak jarang beberapa peserta bahkan bertanya di kolom komentar sebelum sesi tanya jawab di buka. Pak Emanuel pun menanggapinya dengan sangat baik, mengingat beliau menyadari bahwa materi yang ia sampaikan hari itu sangat di butuhkan oleh kami. Untuk memenuhi rasa ingin tahu kami, pak Emanuel pun akhirnya mencoba membuatkan kami studi kasus sebagai feed back dari materi yang disampaikan sebelumnya, dan menariknya peserta semakin semangat lagi. Hingga akhirnya materi selesai disampaikan dan tiba saat sesi pertanyaan di buka. Dimana waktu ini  adalah yang paking dinantikan oleh beberapa peserta yang penasaran dari awal materi di tayangkan.

Pertanyaan pertama dibuka oleh mbak Nurul dari Universitas Mercu Buana Jakarta , kemudian pertanyaan kedua  mbak Destya dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta, kemudian pertanyaan Ketiga dari mas sahid dari Universitas Lambung Mangkurat. Ketiga pertanyaan ini ditampung kemudianpak Emanuel mulai menjawab semua pertanyaan peserta . sesi tanya jawab ini berangsung sekitar 30 menit. Namun karena banyaknya peserta yang bertanya sahut sahutan, akhirnya kami memutuskan untuk menuliskan pertanyaan di kolom komentar dan langsung dijawab oleh pemateri. Dalam sesi pertanyaan ini kami batasi 1 orang 1 pertanyaaan, mengingat karena via online maka waktu kami pun terbatas.

Setelah sesi tanya jawab selesai, moderator membacakan kesimpulan sekaligus pengumuman give away dari seminar kali ini. Untuk pemenangnya kami memilih mbak Nurul dari Universitas Mercu Buana Jakarta, yang kami anggap pertanyaannya yang paling menarik. Setelah itu acara dilanjutkan dengan sesi dokumentasi dan diakhiri dengan closing yang dipandu oleh moderator. Acara pun selesai dengan seluruh pesera meninggalkan room Zoom online.

Berita Acara : Webinar “Mindfulness dalam Kehidupan Sehari-hari”

Menyambut hari kesehatan mental sedunia yang diperingati pada tanggal 10 November, ILMPI Wilayah IV D.I. Yogyakarta mengadakan suatu rangkaian acara bertemakan Webinar: Mindfulness dalam Kehidupan Sehari-hari. Kegiatan ini berlangsung melalui video-conference zoom meeting pukul 09.45 – 11.47.

Webinar ini menyambung dengan program kerja nasional yang mengangkat tema awareness covid-19 dan kesehatan mental. Acara webinar ini telah dilaksanakan pada Sabtu, 5 Desember 2020 dengan pembicara dari Psikologi Progresif dan seorang dosen dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta Martaria Rizky P., S.Psi, M.Psi, Psikolog.

Webinar: Mindfulness dalam Kehidupan Sehari-hari dilaksanakan karena pada masa pandemic saat ini, banyak orang yang memikirkan dan memperkirakan selesainya pandemic tetapi tidak memfokuskan dirinya pada keadaan saat ini yang sedang dijalani. Dalam rangkaian acara Webinar: Mindfulness dalam Kehidupan Sehari-hari juga mengadakan praktek mindfulness untuk para panitia dan peserta webinar.

Peserta yang mendaftar Webinar: Mindfulness dalam Kehidupan Sehari-hari berjumlah 155 orang, dengan peserta yang hadir sebanyak 120 orang.

Harapan dari diadakannya webinar ini adalah peserta mampu memfokuskan apa yang menjadi fokusnya saat ini dan mampu melakukan praktek mindfulness secara mandiri untuk menghindari kecemasan, over-thinking, dan lain sebagainya.

BERITA ACARA PENANDATANGAN MOU DENGAN DINAS P3AP2KB KABUPATEN SLEMAN TERKAIT DESA BINAAN ILMPI WILAYAH 4.

Pada tanggal 30 November 2020 menjadi tanggal yang sangat kami nantikan. Dimana pada hari itu menjadi hari dimana di sah kannya desa binaan yang telah kami nanti kan sejak awal periode kemarin yaitu bulan maret. Alhamdulillah perjuangan kami sejak maret kemaren akhirnya berbuah hasil. Tepat pada hari senin tanggal 30 November 2020, pada pukul 07.00 WIB kami memasuki lapangan Dinas P3AP2KB dengan mengisi registrasi di pos satpan dan cek suhu tubuh terdahulu. Penandatangan MOU ini dihadiri oleh Pengurus dari Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat yaitu mbak Tati Aprianti selaku Koordinator kami, mbak Destya fajar Ramadha, mas Avi Dwi Gustianto, mas Wahid Fathirachman, dan tentunya Koodinator Wilayah 4 mbak Arifka Widiyanti.

Kami berlima memasuki ruangan ibu kepala Dinas P3AP2KB dan juga di hadiri oleh Kepala-kepala Bidang yang ada di Kantor Dinas P3AP2KB. Acara ini diawali dengan sambutan dari ibu kadis dan juga perkenalan ke kepala-kepala bidang. Kemudian dilanjutkan perkenalan singakat dari kami yaitu asal universitas.setelah itu dilanjutkan penandatangan MOU oleh Koordinator Wilayah 4 dan juga Ibu kadis Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, setelah itu dilanjutkan dengan paraf pengesahan sebagai saksi yaitu dengan mbak Tati Aprianti. Setelah penandatangan selesai, dilanjutkan dengan sesi dokumntasi dari pihak Dinas P3AP2KB kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumtasi dari ILMPI Wilayah 4, sesi dokumntasi ini kami bagi 2 karena, kami mengambil beberapa tag video dengan menggambarkan slogan kami masing-masing.

Setelah acara penandatangan MOU selesai, kami melanjutkan perjalanan ke posko pengungsian di Balai Desa Cangkringan, sebagai wujud awal kerjasama kami dengan Dinas P3AP2KB. Kami menempuh perjalanan -/+ selama 1 jam sebelum akhirnya tiba di lokasi pengungsian. Setelah kami tiba disana kami memperkenalkan diri kepada kepala posko yang merupakan pegawai Dinas P3AP2KB yang ada disana. Setelah itu kami melakukan wawancara awal dan juga observasi awal untuk data kita saat turun ke lapangan nantinya. Setelah wawancara selesai kami izin untuk mengambil beberapa dokumntasi di lokasi tersebut. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan untuk pulang . Kami dari Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (BPPM) Wilayah IV mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dan juga Koordinator Wilayah 4 yang telah mendampingi kami sejak awal, tak lupa pula kepada teman-teman Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat yang telah berjuang dari awal hingga detik ini. Serta kepada seluruh pengurus ILMPI Wilayah 4 yang telah memberikan kami dukungan dan semangat. Tak ada satu kata yang dapat mewakili rasa syukur kami dipertemukan dengan orang-orang hebat seperti kalian.

Terima kasih untuk seluruh pihak yang terkait.

Berita Acara : Webinar Nasional “Memahami Seseorang Secara Emosional Berkaitan dengan Toxic Positivy dan Ghosting People”

Telah terlaksana kegiatan Webinar Psychotalk yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Acara ini dimulai pukul 09.00 WIB menggunakan platform zoom meeting dan live streaming di Youtube Psikologi UMBY dan BEMF Psikologi UMBY.

Acara ini dimulai dengan pemutaran video pembukaan, yang selanjutnya acara dibuka oleh MC yaitu saudari Widya Oktaviani. Adapun sambutan saat acara yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana Webinar Psychotalk yaitu Tomi Priyatmodjo, lalu Gubernur BEMF Psikologi, yaitu Rido Ariady Indrianto dan Wakil Dekan Fakultas Psikologi UMBY yaitu Wahyu Kuncoro, M.Si. Materi diisi oleh dua (2) orang pembicara yaitu Ahmad Zain Fahmi, S.Psi. yang membawakan materi mengenai Toxic Positivity dan Bianglala Andriadewi, S.Psi.,M.Si.,Psikolog. yang membawakan materi mengenai Ghosting People.

Setelah itu acara di lanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan pengumuman doorprize untuk peserta dan sesi foto bersama. Peserta terlihat antusias dalam mengikuti webinar ini, hal ini dapat dilihat dari kontrubusi peserta yang hadir didalam zoom dari awal hingga akhir acara tidak kurang dari 200 orang. Dan dapat dilihat juga pada saat sesi tanya jawab, dimana peserta banyak sekali yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk kedua pemateri. Sangat disayangkan dikarenakan keterbatasan waktu yang ada, semua pertanyaan dari peserta tidak terjawab semua. Namun berdasarkan form yang dibagikan oleh panitia kepada peserta mengenai kritik dan saran, semua peserta merasa puas dengan adanya webinar ini.

Berita Acara : Webinar Nasional “Mempersiapkan Individu yang Potensial dan Kompeten dalam Perencanaan Karir melalui Pelatihan Kerja (Internship)”

Pada hari Sabtu 30 Oktober 2020 telah terlaksana kegiatan Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Acara dimulai dengan sambutan Wakil Dekan Fakultas Psikologi UMBY yaitu Bapak M. Wahyu Kuncoro, S.Psi., M.Si.

Materi di isi oleh dua (2) orang pembicara yaitu Ibu Rani Rengganis, S.Psi., M.Si., CPHR yang membawakan materi tentang Melatih Kesiapan Mental dan Meningkatkan Potensi Diri dalam Berk arier Melalui Pelatihan Kerja atau Internship dan juga Bapak Abhipraya D, S.Psi., Psikolog yang membawakan materi tentang Manfaat Mindfullness pada Internship Life Balance.

Peserta terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, hal ini dapat dilihat dari konsistensi peserta yang hadir didalam zoom dari awal hingga akhir acara tidak kurang dari 300 orang, sesuai dengan target minimal yang ditetapkan oleh BEMF Psikologi UMBY. Dan dapat dilihat juga dari pertanyaan-pertanyaan yang cukup banyak dilontarkan dari peserta ke pembicara sehingga kegiatan ini terlihat menggali keingintahuan peserta tentang tema yang dibawakan.