Video Call Sebagai Upaya Memperkuat Hubungan Pertemanan dan Meningkatkan Self Control

Latifa Setya Priani

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, juga tidak dapat menyelesaikan permasalahan atau bahkan mengendalikan dirinya dalam menghadapi masalah yang ia alami tanpa bantuan orang lain. Sehingga dalam menjalani hidupnya sangat dibutuhkan komunikasi interpersonal, yaitu komunikasi yang dilakukan dengan orang lain, salah satunya yaitu dengan teman terdekat. Tak jarang ketika setiap individu memiliki masalah, ia akan mencurahkannya pada sosok teman baik atau teman terdekatnya. Meskipun hanya sekedar untuk mendengarkan keluh kesahnya sehingga membuat ia lebih tenang juga diharapkan teman baiknya mampu memberikan solusi atau memecahkan masalah yang ia alami. 

Di era digitalisasi seperti saat ini mayoritas individu memilih berkomunikasi atau menjalani hubungan pertemanan melalui virtual. Terlebih lagi akibat terdesaknya situasi pandemi covid-19 yang mau tidak mau interaksi dilakukan secara tidak langsung. Namun sebagian besar memilih untuk sekedar mengirim pesan. Perlu diketahui bahwa berkomunikasi dengan chat atau kirim pesan terdapat banyak hambatan diantaranya, pengirim pesan terkadang mengirimkan pesannya melalui media sosial disertai emosi, sehingga tidak jarang penerima pesan menangkap maksud yang berbeda dengan pengirim pesan tersebut. Belum lagi jika pengirim pesan menggunakan kata-kata penyandian atau simbolik yang maknanya kurang jelas, sehingga memiliki arti yang multi tafsir. Hambatan selanjutnya yaitu ketika penerima pesan tidak fokus dalam memahami pesan yang diterima, sehingga maksud yang didapat tidak menyeluruh, serta balasan yang diberikan oleh penerima pesan terkadang tidak menggambarkan situasi sesungguhnya.

Berdasarkan penelitian tersebut, terbukti bahwa hubungan pertemanan yang hanya melalui chat atau mengirim pesan dapat dikatakan kurang efektif, lantaran maksud dan tujuan kedua belah pihak, antara komunikan dan komunikator terkadang tidak tersampaikan dengan baik. Sehingga membuat hubungan keduanya semakin renggang dan keinginan individu untuk lebih tenang ketika bercerita dengan teman baiknya malah menjadikan ia semakin kesulitan untuk mengendalikan diri (self control), semakin tergesa-gesa dalam menentukan keputusan. Jika dibiarkan akan terjadi pelampiasan  berupa perilaku amoral yang bahkan secara tidak sadar dilakukan. Oleh karena itu diperlukannya penguatan hubungan dengan teman terdekat untuk meningkatkan self control tersebut, salah satunya yaitu dengan cara video call. Hampir semua platform media sosial menyediakan fitur tersebut. Menurut hasil wawancara dalam penelitian terdahulu mengatakan bahwa, menggunakan fitur video call untuk berkomunikasi merupakan pilihan yang terbaik dibandingkan dengan fitur chat, dikarenakan melalui video call interaksi akan lebih natural, dari bagaimana cara pengungkapan perasaan dan emosinya. Tentunya kedua belah pihak tidak mampu melakukan penipuan atau memanipulasi keadaan yang dialaminya. Pesan yang disampaikan juga dapat diterima dengan baik serta tidak ada keraguan antara kedua belah pihak. Dengan begitu hubungan pertemanan lebih baik dan teman terdekat akan lebih mudah dalam membantu kita untuk mengendalikan diri dengan memberikan feedback berupa saran ataupun solusi supaya kita lebih berpikir matang sebelum melakukan suatu tindakan. 

Dapat ditarik kesimpulan bahwasanya, manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan orang lain salah satunya yaitu teman terdekat untuk membantunya dalam mengendalikan diri ketika menghadapi suatu masalah yang ia alami. Sehingga dibutuhkannya komunikasi antara kedua belah pihak untuk berbagi cerita, memahami perasan dan emosi satu sama lain. Dalam situasi yang terbatas untuk melakukan komunikasi secara langsung, alternatif terbaik yang dapat diambil yaitu menggunakan video call. Interaksi yang dilakukan melalui video call dinilai paling efektif dikarenakan pengungkapan pesan dan ekspresi dapat tersampaikan apa adanya, tanpa dibuat-buat dan tentunya tidak menimbulkan keraguan satu sama lain. Sehingga lebih memperkuat hubungan pertemanan dan juga mampu meningkatkan self control antara kedua belah pihak. 

Referensi:

Lambuan, H., Mas’amah, & Letuna, M. A. . (2019). Penggunaan Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Pacaran Jarak Jauh (Studi Fenomologi Terhadap Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNDANA). Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Illmu Komunikasi, 8(2), 1362–1391.

Syaipudin, L. (2020). Efektifitas Media Komunikasi di Tengah Pandemi: Respon Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung. Kalijaga Journal of Communication, 1(2), 165–178.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *