Relawan Istimewa ILMPI Wilayah IV

Selamat kepada teman-teman yang sudah terpilih menjadi Relawan Istimewa ILMPI Wilayah IV 🙂
Selamat berkontribusi

1. Avi Dwi Gustianto  (UST)
2. Syarli Fanira (UNISA)
3. Adityas Dwi Nurastuti (UST)
4. Walidin Rahmat (UTY)
5. Wulan  (UNISA)
6. Selda Juvilia (UAD)
7. Badriani (UTY)
8. Iqlima (UAD)
9. Nosi Winanti (UII)

Untuk teman-teman yang tidak terpilih, jangan berkecil hati yah 🙂 kalian masih bisa bergabung bersama kami di agenda ILMPI Wilayah IV berikutnya

STRES PADA REMAJA

Masa remaja ialah masa-masa yang rentan terhadap stress. Stress yang dialami ialah mengenai proses tumbuh menjadi dewasa dan mencari jati diri, tetapi stress yang kronis akan sangat berbahaya bagi kesehatan mental remaja. Stres juga bisa disebabkan karena kecemasan yang berlebihan, pola makan tidak teratur, penyalahgunaan obat-obatan, dan masih banyak lagi.
Stres sendiri memiliki arti sebuah perasaan yang sangat dalam bahkan menekan seseorang ketika memikiki hal yang belum tercapai.
Dilansir dari Psychoshare.com, Penyebab umum stress pada remaja ialah korteks prefrontal belum sepenuhnya berkembang sampai usia 25 tahun, dan mengalami perubahan dramatis selama tahun-tahun remaja. Korteks prefrontal itu seperti sebuah pusat kontrol yang mengendalikan memori, pengambilan keputusan, dan atensi. Jika stress terjadi terus-menerus dan berulang-ulang, maka akan menyebabkan penurunan di tiga kemampuan tersebut.
Dikutip dari jw.org.id, penyebab umum depresi pada remaja ialah:
Faktor BiologisStres bisa saja diturunkan dari genetic, yang bisa mempengaruhi aktifitas kimia di dalam otak.
Stres Stres yang ringan bisa bermanfaat, berbeda dengan stress berat yang berlangsung lama dan berat pada remaja yang tidak stabil, akan sangat berbahaya.

Dikutip dari pulauherbal.com, gejala-gejala stress pada remaja yang dapat berlangsung lebih dari 2 minggu seperti:
Hilangnya minta terhadap kegiatan yang biasanya disukai.
Hilangnya selera makan.
Terlihat seperti orang lelah, merasa tak berharga dan tak punya harapan.
Adanya rasa bersalah berlebihan dan tak pada tempatnya.
Adanya rasa sedih berlebihan.
Merasa pusing dan sakit perut.
Kadang mempunyai keinginan untuk mati dan bunuh diri.
Jadi, menjaga kesehatan pikiran itu sangat penting, khususnya pada remaja yang masih belum stabil. Jika kesehatan pikiran terganggu, akan berdampak pada kesehatan mental di masa yang akan datang. Jika pikiran yang sakit, tubuh pun akan sakit. Dengan meluapkan isi hati kepada seseorang yang dipercaya, akan mengurangi stress yang sedang dialami.
Sumber:

Gejala-Gejala Stress Yang Biasanya Dialami Oleh Pada Remaja


https://www.jw.org/id/publikasi/majalah/sadarlah-no1-februari-2017/bantuan-untuk-remaja-depresi/
http://www.psychoshare.com/file-1691/psikologi-remaja/stres-rentan-bagi-perkembangan-otak-remaja.html

Gejala-Gejala Stress Yang Biasanya Dialami Oleh Pada Remaja


http://www.psychoshare.com/file-1691/psikologi-remaja/stres-rentan-bagi-perkembangan-otak-remaja.html

Mirisnya Pandangan Masyarakat terhadap Orang yang Memiliki Gangguan Jiwa

Gangguan jiwa adalah gangguan otak yang ditandai dengan terganggunya emosi, proses berfikir, perilaku dan persepsi (penangkapan panca indera). Menurut Stuart & Sunden (1998), gangguan jiwa dapat menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita dan keluarganya. Setiap orang memiliki peluang untuk mengalami gangguan jiwa, gangguan jiwa tidak mengenal ras, umur, agama maupun status sosial-ekonomi.

Di kalangan masyarakat awam, orang yang mengalami gangguan jiwa dianggap sebagai hal yang memalukan, dan masyarakat cenderung mengabaikan, mengucilkan bahkan mengurung mereka, tanpa menghiraukan kebutuhan mereka akan makanan dan kebersihan. Contoh kasus penganiayaan orang gila yang terjadi di Indonesia yang paling banyak adalah pemasungan, pada tahun 2014, ada 1.274 kasus pemasungan yang dilaporkan di 21 provinsi di Indonesia, dan pada tahun 2016 di Provinsi Jawa Timur, terdapat 1.200 orang yang menjadi korban pemasungan. Tingginya angka pemasungan ini memperlihatkan kurangnya perhatian masyarakat sekitar dan pemerintah untuk memenuhi hak-hak mereka. Ketidaksanggupan keluarga untuk mengakses rumah sakit jiwa juga menjadi alasan utama banyaknya kasus pemasungan di Indonesia, dan juga dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat tentang hakikat sebenarnya orang yang mengalami gangguan jiwa.

Pada dasarnya, hak orang yang mengalami gangguan jiwa telah diatur dalam pasal 42 UU tentang HAM yang berbunyi “Setiap warga negara yang berusia lanjut, cacat fisik dan atau cacat mental berhak memperoleh perawatan, pendidikan, pelatihan, dan bantuan khusus atas biaya negara, untuk menjamin kehidupan yang layak sesuai dengan martabat kemanusiaannya, meningkatkan rasa percaya diri, dan kemampuan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.” Dan hal tersebut juga terdapat dalam Pasal 149 UU Kesehatan: “Penderita gangguan jiwa yang terlantar, menggelandang, mengancam keselamatan dirinya dan/atau orang lain, dan/atau mengganggu ketertiban dan/atau keamanan umum wajib mendapatkan pengobatan dan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan.”

Dalam pasal tersebut terlihat bahwa sebenarnya negara menjamin hak-hak orang yang memiliki kecacatan mental dan gangguan jiwa. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2013, ada 8 provinsi di Indonesia yang belum memiliki rumah sakit jiwa, bahkan ada 5 provinsi yang tidak memiliki tenaga profesional kesehatan jiwa atau psikiater. Hal ini menunjukan bahwa fasilitas yang diberikan negara untuk mengakses rumah sakit jiwa atau psikolog masih sangat minim. Jika hal ini terus berlangsung, maka akan semakin banyak orang yang menderita sakit jiwa terlantar.

Pada dasarnya, orang yang mengalami gangguan jiwa adalah orang yang sakit, membutuhkan penanganan, penyembuhan dan perlindungan dari orang-orang disekitarnya, mereka sama seperti orang-orang yang mengalami sakit secara fisik, misalnya orang yang sakit Demam berdarah, kanker, patah tulang dll, sedangkan orang yang memiliki gangguan jiwa adalah irang yang mental atau psikisnya terganggu, mereka sama-sama berada dalam konsep “sakit”. Masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang ciri-ciri orang yang memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguan jiwa, Padahal sebenarnya, jika orang yang mengalami gangguan jiwa pada awalnya mendapatkan penanganan yang tepat, maka kesempatan mereka untuk sembuh menjadi lebih besar.

Mari secara perlahan kita mengubah paradigma dan stigma negatif kita terhadap orang yang memiliki gangguan jiwa, hari ini memang bukan kita yang mengalaminya, tapi bisa jadi besok atau lusa saudara, kerabat dan orang-orang disekitar kita bisa terkena gangguan jiwa, bagaimana jika engkau melihat saudaramu dikucilkan oleh masyarakat? Dijadikan bahan tertawaan oleh anak-anak? Tentu saja kita tak ingin hal-hal tersebut terjadi pada orang-orang disekitar kita, oleh karena itu mari kita sama-sama menolong mereka, sudah seharusnya kita sebagai orang yang saat ini masih sehat secara fisik dan psikis untuk membantu mereka yang saat ini jiwanya sedang sakit, berhenti mengabaikan dan mengucilkan apalagi sampai memasung mereka.

Daftar Pustaka
Stuart, G.W.1998. Keperawatan Jiwa, Terj. Jakarta : ECG

OPEN RECRUITMENT PENGURUS WILAYAH ILMPI PERIODE 2017-2018

Backup_of_Ribbon #1 project V14

Hallo hallo!!

Saat yang ditunggu-tunggu telah datang!!

ILMPI Wilayah IV akan melaksanakan rekrutmen staf badan kelengkapan wilayah, dengan rincian:

  1. Staff Badan Kesekretariatan Wilayah
  2. Staff Badan Keuangan Wilayah
  3. Staff BadanInformasi dan Komunikas iWilayah
  4. Staff Badan Pengembangan Organisasi
  5. Staff Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan
  6. Staff Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat

 

KRITERIA PENDAFTARAN:

  1. Mahasiswa psikologi yang masih aktif.
  2. Mempunyai minat, komitmen dan tanggungjawab yang tinggi.
  3. Mempunyai kompetensi sesuai dengan bidang yang diminati.

 

PROSEDUR PENDAFTARAN

  1. Delegasi adalah seseorang yang direkomendasikan oleh LEM/BEM/HIMA, dalam artian orang terpercaya dari Perguruan Tinggi masing- masing, sehingga delegasi tersebut merupakan orang yang tepat dan harapannya bias menjadi kader pemimpin yang hebat baik untuk ILMPI maupun organisasinya masing- masing.
  2. Pendaftaran Pengurus Wilayah dibuka sejak tanggal 19 Februari 2017 sampai dengan 28 Februari 2017.
  3. Mengisi formulir pendaftaran yang sudah disediakan dan menyerahkannya kepada pengurus LEM/BEM/HIMA masing-masing. (formulir tersedia di masing-masing LEM/BEM/HIMA, atau bisa diunduh di blog resmi ILMPI Wilayah IV (wilayah4.ilmpi.org)
  4. Formulir dikirim via email ke alamat ilmpi.wilayahiv@gmail.com sebelum tanggal yang ditetapkan.
  5. Seleksi pertama akan dilakukan oleh pengurus LEM/BEM/HIMA yang menghasilkan nama-nama delegasi untuk direkomendasikan sebagai pengurus ILMPI Wilayah IV. Hasil seleksi diserahkan kepada Koordinator Badan Kesekretariatan Wilayah IV ( Nizma Triana ) pada tanggal 28 Februari 2017.
  6. Seleksi yang kedua akan dilakukan oleh Koordinator Wilayah serta Pengurus Harian ILMPI Wilayah IV pada tanggal 1 Maret 2017.
  7. Hasil seleksi akan diumumkan pada tanggal 2 Maret 2017 melalui website resmi ILMPI Wilayah IV (wilayah4.ilmpi.org).

 

GAMBARAN DESKRIPSI KERJA BADAN KELENGKAPAN ILMPI WILAYAH IV

Badan Kesekretariatan Wilayah

  1. Bertanggung jawab sebagai fungsi kesekretariatan ILMPI Wilayah IV.
  2. Bertanggung jawab pada Koordinator Badan Kesekretariatan ILMPI Wilayah IV.
  3. Bertanggung jawab dalam pengumpulan data base keanggotaan maupun hasil- hasil kegiatan ILMPI Wilayah IV.

Badan Keuangan Wilayah

  1. Bertanggung jawab mengelola keuangan ILMPI Wilayah IV.
  2. Bertanggung jawab pada Koordinator Badan Keuangan ILMPI Wilayah IV.
  3. Mencari pendanaan tambahan yang tidak mengikat untuk organisasi.

Badan Informasi dan Komunikasi Wilayah

Internal

  1. Bertanggung jawab dalam mengkomunikasikan segala informasi dan hasil-hasil kegiatan ILMPI ke seluruh anggota.
  2. Membuat sistem jaringan komunikasi yang efektif dalam internal organisasi.
  3. Membuat, mengembangkan dan merawat media komunikasi yang digunakan untuk penyaluran informasi.

Eksternal

Bertanggungjawab dalam menjalin hubungan eksternal dengan organisasi/ instansi di luar organisasi baik dalam lingkup Wilayah, Nasional maupun Internasional.

Badan Pengembangan Organisasi Wilayah

  1. Bertanggung jawab menjalankan fungsi bidang Pengembangan Organisasi dalam lingkup Wilayah.
  2. Bertanggung Jawab pada Koordinator Badan Bidang Pengembangan Organisasi ILMPI Wilayah IV
  3. Menjalankan program kerja nyata sesuai dengan ranah bidang ILMPI dalam lingkup wilayah berdasarkan koordinasi dengan Kordinator Wilayah.

Badan Pengembangan Dan Pengkajian Keilmuan Wilayah

  1. Bertanggung jawab menjalankan fungsi bidang Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan dalam lingkup Wilayah.
  2. Bertanggung Jawab pada Koordinator Badan Bidang Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan ILMPI Wilayah IV
  3. Menjalankan program kerja nyata sesuai dengan ranah bidang ILMPI dalam lingkup wilayah berdasarkan koordinasi dengan Kordinator Wilayah.

Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Wilayah

  1. Bertanggung jawab menjalankan fungsi bidang Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat dalam lingkup Wilayah.
  2. Bertanggung Jawab pada Koordinator Badan Bidang Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Keilmuan ILMPI Wilayah IV.
  3. Menjalankan program kerja nyata sesuai dengan ranah bidang ILMPI dalam lingkup wilayah berdasarkan koordinasi dengan Kordinator Wilayah.

 

Form pendaftaran bisa kamu dapatkan disini.

Info selengkapnya:

082346584786 (Nurasmah)

082343872126 (Nizma Triana)

085869681901 (Emira Salma)

 

Pengumuman Open Recruitment Pengurus ILMPI Wilayah IV 2016-2017

Pengumuman Open Recruitment Pengurus ILMPI Wilayah IV 2016-2017

Berikut pengumuman pengurus ILMPI Wilayah IV Periode 2016-2017:

Staff Badan Kesekretariatan Wilayah: (Amalia Dewi Nursyifa_+6285722029896)

  1. Nizma Triana (Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta)
  2. Khoirunnisa Ishanah (Universitas Proklamasi 45)
  3. Realita Ningrum Faizam (UIN Sunan Kalijaga)

 

Staff Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan Wilayah: (Nurasmah_+6282346584786)

  1. Syihat Budhi A. (UIN Sunan Kalijaga)
  2. Catur Widi Wasono (Universitas Negeri Yogyakarta)
  3. Ammar Luayyan Addany (Universitas Gajah Mada)
  4. Fajrul Falah (Universitas Islam Indonesia)
  5. Rini Dewi Suprobo (Universitas Teknologi Yogyakarta)
  6. Nurul Puspita N. (Universitas Ahmad Dahlan)

 

Staff Badan Keuangan Wilayah: (Yulia Rahmiyati_+6285263630863)

  1. Riesteny Iswin (Universitas Islam Indonesia)
  2. Ade Irma Dwi A. (Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta)
  3. Nurul Hidayah (Universitas Proklamasi 45)
  4. Ulfa Malicha (UIN Sunan Kalijaga)

 

Staff Badan Pengembangan Organisasi: (Muh. Ansari_+6285113326922)

  1. Hidayah N. L. (UIN Sunan Kalijaga)
  2. Shofi Nadia (Universitas Gajah Mada)
  3. Rini Shara (Universitas Mercu Buana Yogyakarta)
  4. M. Fatkhu Riza (UIN Sunan Kalijaga)
  5. Humam Alani (Universitas Islam Indonesia)

 

Staff Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat: (Fauza Restu Cahyanto_+6285743567706)

  1. Hudaturrahman (Universitas Ahmad Dahlan)
  2. Ludovica Yolanda (Universitas Sanata Dharma)
  3. Pamela Aprilida (Universitas Teknologi Yogyakarta)
  4. Weni Fitriana (Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta)
  5. Fahmi Diana Ulfa (UIN Sunan Kalijaga)

 

Staff Badan Informasi dan Komunikasi: (Muh. Gufron Maftuh A. Alfain_+6287831200303)

  1. Ursula Sripartami (Universitas Sanata Dharma)
  2. Emira Salma (UIN Sunan Kalijaga)
  3. Azizah Akram (Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta)
  4. Risa Fitria Rahman (Universitas Mercu Buana Yogyakarta)
  5. Husna Faizah(Universitas Gajah Mada)

 

Selamat kepada Mahasiswa Psikologi D. I. Yogyakarta yang telah terpilih menjadi pengurus, yang belum terpilih jangan patah semangat, kita masih bisa berkontribusi kok untuk mewujudkan Indonesia tersenyum dengan psikologi. Tetap semangat!!