5 MITOS KELIRU DALAM PSIKOLOGI

Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai psikologi mengakibatkan beredarnya mitos-mitos keliru dalam psikologi. Bukan hanya di Indonesia, begitu juga di luar negeri. Mitos-mitos tesebut dipercaya benar, padahal sebenarnya keliru. Scott O. Lilienfield dkk menemukan fakta-fakta keliru dalam psikologi dalam bukunya yang berjudul “50 Mitos Keliru Dalam Psikologi”.

Mitos pertama, “Sebagian besar orang hanya menggunakan 10% kekuatan otak mereka”. Banyak orang yang percaya dengan hal ini, padahal kepercayaan ini adalah hal yang keliru. Menurut Scott dkk, jika seseorang mengalami kecelakaan dan menyisakan 10% kemampuan otak saja, otak kita tak akan bisa bekerja normal. Ini membuktikan bahwa kemampuan otak manusia bukan hanya 10%. Mitos ini awalnya dicetuskan William James, “Rata-rata orang hanya menggunakan 10% kemampuan intelektual mereka” tetapi perkataannya diplesetkan para ahli menjadi “kemampuan otak”.
Mitos kedua “Hipnosis berguna untuk mengeluarkan kenangan akan kejadian yang terlupakan”. Menurut Scott dkk, hypnosis belum tentu hasilnya akurat. Jika alam bawah sadar mereka diminta untuk berbohong, maka jawaban yang keluar adalah kebohongan. Maka dari itu, kasus kriminal tak bisa diselesaikan menggunakan hypnosis, karna hasilnya yang tidak akurat.
Mitos ketiga “Sesuatu yang berbeda saling tarik menarik dalam hal cinta”. Ini adalah hal yang paling sering kita dengar. Misalnya orang yang pendiam akan tertarik dengan orang yang lebih cerewet, orang kaya akan tertarik dengan orang miskin, ini kepercayaan akibat perfilman yang ada. Menurut penelitian, kriteria pasangan yang diinginkan tak jauh berbeda dengan sifat pribadi yang dimiliki. Intinya, saat seseorang mencari pasangan. Ia akan mencari yang memiliki nilai yang hampir sama dengannya.
Mitos keempat, “Sebagian orang sakit jiwa kejam”. Kita banyak menemukan di film-film orang gila berlari-lari dengan pisau yang mengacung, melakukan kekerasan, dll. Padahal faktanya, 90% orang yang memiliki penyakit jiwa serius tidak pernah melakukan kekerasan. malah sebaliknya. mereka yang dapat perlakuan kekerasan. Sekali lagi perfilman membuat kita menyimpulkan hal yang belum benar adanya.
Mitos kelima, “Orang bisa mepelajari informasi, seperti bahasa saat tidur”. Banyak yang mempercayai, saat kita tidur dan mendengarkan pelajaran, itu akan tersimpan di alam bawah sadar, dan suatu saat akan muncul di ingatan kita. Hal ini keliru. Apakah yang dimaksud tiduran sambil mendengarkan pelajaran, tetapi tidak tidur bisa saja terjadi.
Inilah 5 mitos dari 50 mitos yang ada dalam buku “50 Mitos Keliru dalam Psikologi”. Mencari informasi sebelum mempercayai sesuatu adalah hal yang sangat penting, apakah hasil itu akurat dan dari sumber yang terpercaya yang dapat kita percayai. Atau berasal dari sumber-sumber yang hanya menyebarkan hoax. Sekali lagi telitilah dalam menelaah informasi.

Sumber:
http://uswatunast.blogspot.co.id/2015/09/10-mitos-yang-keliru-di-psikologi-dan.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *